KONCO MESRA

Minggu, 03 September 2017 0 komentar
Yen ku pandang gemerlap nyang mripatmu terpampang gambar waru ning atimu :)

Tanpa menulis dahulu di buku, tulisan ini murni dari pemikiran saya secara langsung.

Terakhir saya membuka blog ini saat saya kelas 1 SMK, disaat saya patah hati. Lambat laun sekarang saya telah kelas 3 SMK huh waktu terasa cepat. Saya selalu menyesal dan ingin kembali ke masa lalu dimana masa kedamaian tanpa masalah .itu ada.
Saya selalu ingin membuat malam yang sempurna, tanpa ada masalah tawa membumbung di udara dan tentunya ada sedikit cinta disana.

Saya akui saya sedang jatuh cinta, sebagai pemicu semangat sah sah saja bukan.Selalu terbayang yah begitulah rasanya, semua orang pasti pernah jatuh cinta. Tapi bagaimana bila ada dua orang saling dekat saling suka bahkan mungkin saling sayang (dalam hal ini saya) tapi tidak ada kejelasan antar keduanya :(

Ibarat kalimat pertama lagu ARMADA - MABUK CINTA "bayangkan bila harimu penuh warna, itulah yang saat ini kurasakan" tepatnya begitulah.

Terbersit keinginan untuk jadian, tapi ada pikiran mengatakan bahwa ini belum saatnya. Huh benar kata lagu BOJO GALAK - NELLA KHARISMA " di stel kendo wae tak nikmati uripe"

LIVE LAUGH LOVE, dalam hati ini ku memendam perasaan semoga kamu mngerti meski nantinya tidak mersepon setidaknya perasaanku tersampaikan.

Kisah

Jumat, 02 Oktober 2015 0 komentar

Dan inilah akhirnya
Seperti lagu gleen fredly Januari
Kisah kita hanya sampai disini 😑

Gulali Polandia

Jumat, 19 Juni 2015 0 komentar
Mari kita beli gulali
Tapi belinya ke Polandia
Lalu kita makan bersama di kota Danzig
Sambil mengenang saat serangan artileri tempur Jerman memulai perang dunia kedua
Atau kamu malah ingin ke kota Warsawa?
Mengingat ketika Spanyol berhasil mengangkat trofi Piala Eropa 2012

          Itukan nggak baik buat kesehatan gigi, katamu cemas
          Kan nggak sering sering amat makannya, kataku seraya menyodorkan gulali
          Ahh itu nggaaak baik! Nanti malah giginya bolong terus sakit gigi, katamu sambil menolak gulalinya
          Tapi ini baik untuk memaniskan hubungan kita,kataku
          Lalu kau menerimanya, dan menikmatinya

Biarkan anak kecil itu menari
Pertunjukan teater acapella di Polandia memang tak seramai bar di Las Vegas
Namun anak kecil itu tetap menari
Bahkan ketika dunia sedang gempar tren selfie dia tetap menari
Sebab alunan musik acapella masih berbunyi
Ia pasrahkan badannya ke musik dan membiarkannya bergerak sendiri

         Tunduk, pergi, menoleh, kembali, berbincang sejenak kemudian pergi lagi
         Begitu saja terus sampai dinosaurus hidup kembali
         Bukannya mereka sudah hidup kembali ?
         Itu cuman di film sama kartun
         Nggak, kemarin aku melihatnya
         Dimana?
         Saat makan gulali sama kamu
         Iya, aku lihat Brachiosaurus disampingku
         *deg, aku tertegun mendengarnya

Beri aku 10 pemuda, Akan kutraktir kalian semua!

Rabu, 20 Mei 2015 0 komentar


              Suara feedback nyaring kian terdengar, sementara itu ditengah panggung terdapat seseorang yang berdiri tegap, memakai kaos putih bergambar Che Guevara mulut orang tersebut tidak berhenti mengucapkan suara lantang, tak dihiraukannya suara hujan deras yang menimpa atap gedung serta bunyi para pelayan yang sibuk mencatat apa saja menu yang dipesan pelanggan. Bagaikan menyumpah serapahi setiap orang, orang itu berteriak keras dengan semangat membara, mata yang memandang tajam juga tangan yang yang sesekali diacungkan ke atas, dengan percaya diri dilakukan oleh orang tersebut.
               
              Sementara di depan orang tersebut, terdapat kursi sederhana dengan meja papan bundar dilapisi kain hitam. Memanjang hingga puluhan deret ke sudaut ruangan. Setiap meja terdapat minimal 3 orang yang mengelilinginya tetapi ada juga yang mencapai 7 orang, mereka sibuk berbicara dengan siapapun yang berada di kanan kirinya, sibuk dengan makanannya, sibuk dengan pikirannya masing masing. Hanya sedikit dari mereka yang peduli pada orang yang masih tetap berpidato lantang di depan panggung. Seakan tak merasa perlu menyimak kata – kata keras dari sang pembicara, mereka sepertinya tidak lagi peka terhadap suara keras melainkan lebih peka terhadap suara lembut. Yang mana suara keras membentak agar berbuat yang bermanfaat sedangkan suara lembut hanyalah bisikan kecil belaka, namun mematikan pada arah kelanjutannya.
               
              Kipas angin dimatikan, tapi lampu tetap dibiarkan menyala. Piring dan gelas diangkut ke rak pencucian. Orang – orang telah berlalu meninggalkan gedung dengan perut membuncit serta kolesterol yang bertambah pesat. Kecuali satu orang yang masih diam, ia yang sejak tadi terus berdiri sekarang berposisi duduk, tangannya mengepal sambil memegang kertas, pikirannya mengawang. Microfon yang berdiri di depannya dijadikan acuan, aspirasi terus dicoba disampaikan namun tak berbekas di telinga pendengarnya. Di tengah lamunannya ia tersadar sudah saatnya untuk pulang. Dicabutlah kabel yang menancap di microfon dan digulung dengan rapi pada kotak kayu mahoni warna jingga. Beberapa langkah sebelum meninggalkan panggung ada suara yang memanggil.

“Hei, kau mau pergi kemana? Aku terheran dengan aksimu di panggung tadi, sudikah engkau?”

Ia melirik kearah belakang, namun tidak sampai menengok ke belakang. Dalam lirikannya ia hanya dapat melihat sepatu dan rok wanita khas kerajaan Belanda masa lampau. Tak sampai hati ia ingin jawab pertanyaannya tadi, tetap berjalan meninggalkan panggung serta tak acuh pada wanita tadi, yang ia bahkan belum lihat parasnya …


Besambung

Ole Ola !!

0 komentar


                Entah kenapa di dalam pikiran saya sekarang ini, hanya lagu Pitbull Ole Ola tersebutlah yang ada di dalamnya. Lagu tersebut memang telah dinobatkan sebagai theme song Piala Dunia 2014 lalu,namun event besar tersebut sudah berlangsung pada Juli 2014 lalu sedangkan sekarang sudah Mei 2015. Tapi euforia Piala Dunia masih tetap saya rasakan hingga sekarang, seperti kembali lagi melihat bagaimana rasanya Timnas Jerman membantai tuan rumah Brazil dengan skor telak 7 – 1 dan merasakan bagaimana riuh di internet orang membahasnya, mulai dari yang sok tau padahal kagak tau hingga mereka yang memang mengetahui hingga detail seluk beluk pagelaran Piala Dunia tersebut.
                 
                 Saya memang penngemar bola, dan bagi yang penggemar bola apabila ada bigmatch maka aura panasnya bisa sampai ke pikiran masing masing padahal laganya ada di Negara Eropa sana yang jauhh dari Indonesia, entah kenapa bisa begitu. Dulu, waktu bulan Juli 2014 itu waktu lagi panas panasnya Pemilu Indonesia dan Piala Dunia lagu Ole Olanya Pitbull diputar dimana mana bersanding dengan lagu salam 2 jarinya kubu Jokowi dan Prabowo-Hattanya milik kubu Prabowo.saya yang baru berumur 14 tahun hanya dapat mengamati, ikut kebawa arus saja. Piala Dunia 2014 di Brazil memang bagi saya mengandung banyak kenangan, saat itu waktu puasa dan saya inginnya nonton bola terus alhasil saya jadi lupa sahur dan akhirnya nggak puasa malah nraktir temen makan bakso gara gara kalah taruhan. Lalu ada kejadian dimana saya sedang nonton bola tiba - tiba ditelepon entah siapa yang ngingetin sahur? Nah itu dulu sekelumit cerita saya, jangan lupa tetap dukung Indonesia yaa, meski sepakbolanya sedang kacau. Vamosss..

GANDRUNG FENOMEOUS

Minggu, 01 Maret 2015 0 komentar


                Hari ini jam setengah 7 malam, rasanya saya males banget untuk belajar. Mau mengerjakan try out Bahasa Indonesia saja rasanya ogah – ogahan bener. Malah pengennya nulis untuk blog saja. Dan inilah hasilnya. Setelah sekian lama saya akum dari dunia per blog-kan maka sekarang saya akan berbagi seperti biasa cerita tentang hal aneh dalam hidup saya.
                
              Dalam hal jatuh cinta banyak sekali perilaku aneh yang biasa orang – orang lakukan, seperti penggalan lagu Hesty – Klepek klepek “ beginilah orang lagi jatuh cinta mata ngantuk jadi melotot ” inilah salah satu hal aneh orang kasmaran, kalau yang lajang pasti kalau ngntuk yya tidur lahh Wkwkwk. Nah inilah beberapa orang yang saya kenal berkelakuan aneh saat ‘gandrung’  :
         
          1.       Ini teman saya di kampung, tapi sekarang sudah pindah ke Madiun karena ikut papanya. Waktu itu dia sedang naksir sama tetangga dia yang kebetulan juga tetangga saya, orang yang ditaksir tersebut memang berparas cantik tapi waktu itu kan kami baru kelas 3 SD jadi masih polos gitu. Nah setelah jatuh cinta teman saya ini malah jadi rajin belajar !! Buseett dahh tuh anak, dulu saya ajak tarawih saja kagak mau, alesannya  “ Emoh! Aku ameh sinau ben iso sekelas karo kae og ”. itu anak bahkan sampai kesetanan dalam hal belajar, begitu ketika pengumuman kelulusan, teman saya ini memang dapat kelas yang sama dengan permpuan yang dia taksir. Tapi saat itu juga dia harus ikut dengan ayahnya pindah ke Madiun. Wkwkwk kasihan tuh anak.
        
          2.       Kalau yang ini teman cewek say, ketika naksir ke salah satu teman hal yang berubah adalah menjadi suka tiduran di balkon dengan leher menjulur keluar sehingga kalau dilihat mirip dengan kuntilanak yang mati bunuh diri dan setelah jadi kuntilanak malah bunuh diri lagi ! Dulu itu saya pernah tanya ke dia kenapa kog segitunya, malah dianya bersenandung puisi “ Everytime I look you, it’s feel like a wind. Blow up the true love into your heart ”. Saya bengong ketik lihat dia bersenandung gitu, dan semakin bengong saat dia juga bengong karena lihat muka saya. Sekarang teman saya ini entah kemana, dulu ada kabar dia pidah ke Laweyan, lalu it’s gone hilang lah dia. Mungkin teman saya ini sudah menjadi kuntilanak Wkwkwk.

Cukup ini dulu kisah tentang teman saya, sebenarnya masih ada teman yang ingin saya ungkapkan. Tapi karena ada sms di hape saya maka acara menulis postingan selanjutnya ini saya tunda sejenak. Jumpa lagii