Mari kita beli gulali
Tapi belinya ke Polandia
Lalu kita makan bersama di kota Danzig
Sambil mengenang saat serangan artileri tempur Jerman memulai perang dunia kedua
Atau kamu malah ingin ke kota Warsawa?
Mengingat ketika Spanyol berhasil mengangkat trofi Piala Eropa 2012
Itukan nggak baik buat kesehatan gigi, katamu cemas
Kan nggak sering sering amat makannya, kataku seraya menyodorkan gulali
Ahh itu nggaaak baik! Nanti malah giginya bolong terus sakit gigi, katamu sambil menolak gulalinya
Tapi ini baik untuk memaniskan hubungan kita,kataku
Lalu kau menerimanya, dan menikmatinya
Biarkan anak kecil itu menari
Pertunjukan teater acapella di Polandia memang tak seramai bar di Las Vegas
Namun anak kecil itu tetap menari
Bahkan ketika dunia sedang gempar tren selfie dia tetap menari
Sebab alunan musik acapella masih berbunyi
Ia pasrahkan badannya ke musik dan membiarkannya bergerak sendiri
Tunduk, pergi, menoleh, kembali, berbincang sejenak kemudian pergi lagi
Begitu saja terus sampai dinosaurus hidup kembali
Bukannya mereka sudah hidup kembali ?
Itu cuman di film sama kartun
Nggak, kemarin aku melihatnya
Dimana?
Saat makan gulali sama kamu
Iya, aku lihat Brachiosaurus disampingku
*deg, aku tertegun mendengarnya
Beri aku 10 pemuda, Akan kutraktir kalian semua!
Suara feedback nyaring kian terdengar,
sementara itu ditengah panggung terdapat seseorang yang berdiri tegap, memakai
kaos putih bergambar Che Guevara mulut
orang tersebut tidak berhenti mengucapkan suara lantang, tak dihiraukannya
suara hujan deras yang menimpa atap gedung serta bunyi para pelayan yang sibuk
mencatat apa saja menu yang dipesan pelanggan. Bagaikan menyumpah serapahi
setiap orang, orang itu berteriak keras dengan semangat membara, mata yang memandang
tajam juga tangan yang yang sesekali diacungkan ke atas, dengan percaya diri
dilakukan oleh orang tersebut.
Sementara
di depan orang tersebut, terdapat kursi sederhana dengan meja papan bundar
dilapisi kain hitam. Memanjang hingga puluhan deret ke sudaut ruangan. Setiap
meja terdapat minimal 3 orang yang mengelilinginya tetapi ada juga yang
mencapai 7 orang, mereka sibuk berbicara dengan siapapun yang berada di kanan
kirinya, sibuk dengan makanannya, sibuk dengan pikirannya masing masing. Hanya
sedikit dari mereka yang peduli pada orang yang masih tetap berpidato lantang
di depan panggung. Seakan tak merasa perlu menyimak kata – kata keras dari sang
pembicara, mereka sepertinya tidak lagi peka terhadap suara keras melainkan
lebih peka terhadap suara lembut. Yang mana suara keras membentak agar berbuat
yang bermanfaat sedangkan suara lembut hanyalah bisikan kecil belaka, namun
mematikan pada arah kelanjutannya.
Kipas
angin dimatikan, tapi lampu tetap dibiarkan menyala. Piring dan gelas diangkut
ke rak pencucian. Orang – orang telah berlalu meninggalkan gedung dengan perut
membuncit serta kolesterol yang bertambah pesat. Kecuali satu orang yang masih
diam, ia yang sejak tadi terus berdiri sekarang berposisi duduk, tangannya
mengepal sambil memegang kertas, pikirannya mengawang. Microfon yang berdiri di
depannya dijadikan acuan, aspirasi terus dicoba disampaikan namun tak berbekas
di telinga pendengarnya. Di tengah lamunannya ia tersadar sudah saatnya untuk
pulang. Dicabutlah kabel yang menancap di microfon dan digulung dengan rapi
pada kotak kayu mahoni warna jingga. Beberapa langkah sebelum meninggalkan
panggung ada suara yang memanggil.
“Hei, kau mau
pergi kemana? Aku terheran dengan aksimu di panggung tadi, sudikah engkau?”
Ia melirik kearah belakang, namun tidak
sampai menengok ke belakang. Dalam lirikannya ia hanya dapat melihat sepatu dan
rok wanita khas kerajaan Belanda masa lampau. Tak sampai hati ia ingin jawab
pertanyaannya tadi, tetap berjalan meninggalkan panggung serta tak acuh pada
wanita tadi, yang ia bahkan belum lihat parasnya …
Besambung
Ole Ola !!
Entah
kenapa di dalam pikiran saya sekarang ini, hanya lagu Pitbull Ole Ola
tersebutlah yang ada di dalamnya. Lagu tersebut memang telah dinobatkan sebagai
theme song Piala Dunia 2014 lalu,namun event besar tersebut sudah berlangsung
pada Juli 2014 lalu sedangkan sekarang sudah Mei 2015. Tapi euforia Piala Dunia
masih tetap saya rasakan hingga sekarang, seperti kembali lagi melihat
bagaimana rasanya Timnas Jerman membantai tuan rumah Brazil dengan skor telak 7
– 1 dan merasakan bagaimana riuh di internet orang membahasnya, mulai dari yang
sok tau padahal kagak tau hingga mereka yang memang mengetahui hingga detail
seluk beluk pagelaran Piala Dunia tersebut.
Saya
memang penngemar bola, dan bagi yang penggemar bola apabila ada bigmatch maka
aura panasnya bisa sampai ke pikiran masing masing padahal laganya ada di
Negara Eropa sana yang jauhh dari Indonesia, entah kenapa bisa begitu. Dulu,
waktu bulan Juli 2014 itu waktu lagi panas panasnya Pemilu Indonesia dan Piala
Dunia lagu Ole Olanya Pitbull diputar dimana mana bersanding dengan lagu salam
2 jarinya kubu Jokowi dan Prabowo-Hattanya milik kubu Prabowo.saya yang baru
berumur 14 tahun hanya dapat mengamati, ikut kebawa arus saja. Piala Dunia 2014
di Brazil memang bagi saya mengandung banyak kenangan, saat itu waktu puasa dan
saya inginnya nonton bola terus alhasil saya jadi lupa sahur dan akhirnya nggak
puasa malah nraktir temen makan bakso gara gara kalah taruhan. Lalu ada
kejadian dimana saya sedang nonton bola tiba - tiba ditelepon entah siapa yang
ngingetin sahur? Nah itu dulu sekelumit cerita saya, jangan lupa tetap dukung
Indonesia yaa, meski sepakbolanya sedang kacau. Vamosss..
GANDRUNG FENOMEOUS
Hari
ini jam setengah 7 malam, rasanya saya males banget untuk belajar. Mau
mengerjakan try out Bahasa Indonesia saja rasanya ogah – ogahan bener. Malah
pengennya nulis untuk blog saja. Dan inilah hasilnya. Setelah sekian lama saya akum
dari dunia per blog-kan maka sekarang saya akan berbagi seperti biasa cerita
tentang hal aneh dalam hidup saya.
Dalam
hal jatuh cinta banyak sekali perilaku aneh yang biasa orang – orang lakukan,
seperti penggalan lagu Hesty – Klepek klepek “ beginilah orang lagi jatuh cinta
mata ngantuk jadi melotot ” ← inilah salah
satu hal aneh orang kasmaran, kalau yang lajang pasti kalau ngntuk yya tidur
lahh Wkwkwk. Nah inilah beberapa orang yang saya kenal berkelakuan aneh saat
‘gandrung’ :
1. Ini teman saya di kampung, tapi sekarang sudah pindah ke Madiun karena ikut papanya. Waktu itu dia sedang naksir sama tetangga dia yang kebetulan juga tetangga saya, orang yang ditaksir tersebut memang berparas cantik tapi waktu itu kan kami baru kelas 3 SD jadi masih polos gitu. Nah setelah jatuh cinta teman saya ini malah jadi rajin belajar !! Buseett dahh tuh anak, dulu saya ajak tarawih saja kagak mau, alesannya “ Emoh! Aku ameh sinau ben iso sekelas karo kae og ”. itu anak bahkan sampai kesetanan dalam hal belajar, begitu ketika pengumuman kelulusan, teman saya ini memang dapat kelas yang sama dengan permpuan yang dia taksir. Tapi saat itu juga dia harus ikut dengan ayahnya pindah ke Madiun. Wkwkwk kasihan tuh anak.
2. Kalau yang ini teman cewek say, ketika naksir ke salah satu teman hal yang berubah adalah menjadi suka tiduran di balkon dengan leher menjulur keluar sehingga kalau dilihat mirip dengan kuntilanak yang mati bunuh diri dan setelah jadi kuntilanak malah bunuh diri lagi ! Dulu itu saya pernah tanya ke dia kenapa kog segitunya, malah dianya bersenandung puisi “ Everytime I look you, it’s feel like a wind. Blow up the true love into your heart ”. Saya bengong ketik lihat dia bersenandung gitu, dan semakin bengong saat dia juga bengong karena lihat muka saya. Sekarang teman saya ini entah kemana, dulu ada kabar dia pidah ke Laweyan, lalu it’s gone hilang lah dia. Mungkin teman saya ini sudah menjadi kuntilanak Wkwkwk.
Cukup ini dulu kisah tentang
teman saya, sebenarnya masih ada teman yang ingin saya ungkapkan. Tapi karena
ada sms di hape saya maka acara menulis postingan selanjutnya ini saya tunda
sejenak. Jumpa lagii
Goyang Bang Jali Sajalah !
Hari ini
tanggal 2 Desember, hari yang cukup cerah untuk sekedar pagi yang dinanti.
Memang sebelumnya tiada yang istimewa soal hari ini, namun karena ada ngkapan
cinta semalam maka hari ini jadilah spesial.
Pagi itu berawal dengan awan kelabu menggelantung di langit yang dibias
jingganya sinar mentari cakrawala.
Sebelum
saya melanjutkan cerita ini, saya bercerita dahulu perihal apa yang terjadi
pada malam hari sebelumnya. 1 Desember sekitar jam 8 malam saya sudah
membulatkan tekad untuk menyatakan cinta kepada seseorang dan semuanya berjalan
sesuai rencana hingga dirinya masih bimbang dan diputuskanlah bahwa hasilnya
akan dia katakan pada esok hari.
Lalu
inilah tanggal 2, setelah serangkaian acara sekolah, les dan lain – lain.
Sayapun mengesms dia dan berkata perihal keputusan dia maukah menjadi pacar
saya atau tidak. Tanpa basa – basi saya langsung to the point , dan ternyata
cinta saya ditolak olehnya. Yang ada di pikiran saya ketika membaca pesan pernyataan ditolaknya
cinta saya oleh dia ada rasa sedih tetapi entah mengapa saya juga bisa tertawa
terkekeh ketika membaca sms tadi. Dan soal hati saya malahan terasa plong,
bebas karena saya telah lama memendam cinta ini, namun perasaan kecewa juga
tetap ada meski tidak sehingar – bingar perasaan bebas tadi, namun perasaan
kecewa ini tetap saja terkadang menyeruak begitu saja membuat pikiran jadi
meracau tak jelas.
Karena
saya tidak mau berlarut – larut dalam hal cinta ini daripada saya merenungi sms
nantinya malah timbul kenangan – kenangan jaman dahulu yang bisa membuat galau,
sayapun mencolokkan flash disk saya ke tape
yang ada di kamar saya kemudian saya pencet lagu nomor 17 dan terdengarlah lagu bang jali milik Denny
Cagur. Yiihaaaa.. irama lagu goyang bang jali merasuk ke dalam otak saya dan
membawa rangsang ke kaki untuk bergoyang. Alhasil sayapun dari jam 9 malam
hingga 45 menit selanjutnya asik goyang bang jali sendiri. Wkwkawkwkaw cinta
sih ditolak tapi galau tidak mengena karena goyang bang Jali. Yahuuuuuuww…
Langganan:
Postingan (Atom)